Posisi Shifter, RD dan FD saat Sepeda tidak Digunakan

Dulu setiap loading sepeda waktu akan gowes luar kota selalu dibilangin untuk posisikan rantai di gear terkecil.Gambar

Ternyata logikanya Saat memarkir sepeda, untuk waktu yang lama ataupun hanya sebentar, saya mempunyai kebiasaan tersendiri. Posisi front derailleur (FD) maupun rear derailleur (RD) selalu berada di posisi tanpa tarikan kabel shifter. Maksudnya FD berada diposisi gigi 1 atau chainring terkecil dari crank set. RD berada di posisi gigi terberat (diposisi sprocket dengan jumlah gigi paling sedikit) untuk RD tipe biasa (top normal). Sedangkan untuk RD dengan tipe rapid rise (low normal) saya posisikan pada gigi 1 atau posisi sprocket dengan jumlah gigi terbanyak.

Alasannya sih sederhana, demi menjaga kekerasan/kelenturan per pada FD & RD.

Saat FD berada di gigi 2 misalnya, FD bergerak ke gigi 2 karena ada tarikan kabel shifter. Untuk kembali ke posisi gigi 1, FD digerakkan oleh per setelah tarikan kabel shifter tidak ada/ berkurang. Nah bila per ditarik terus-menerus tentu lama-kelamaan akan berkurang kelenturannya atau bahkan yang lebih ekstrim per tersebut sampai pada titik jenuh dan akhirnya patah. Silahkan buktikan pada per ballpoint, walaupun pastinya bahan yang digunakan untuk membuat per FD & RD sangat jauh berbeda.

Itulah dasar pemikiran mengapa saat memarkir sepeda saya selalu menghilangkan tarikan kabel pada FD & RD (kecuali lagi lupa). Hal kecil yang sederhana, tapi membantu menjaga fungsi FD & RD.

Iklan

Stang Fatbar di Old Vixion

Akhirnya OVI saya make stang fatbar juga  🙂

Image and video hosting by TinyPic

dah lama pengen ganti stang OVI ke stang fatbat, malah terealisasi setelah insiden nyengol “ninin” merah yang muter-muter gak jelas di pasar pagi jl. S. Parman – Kota Padang. Tepatnya pas saya pikir ninin tersebut searah dengan saya ke ulak karang, jadi saya berniat mendahului, tiba-tiba tanpa sein ninin tersebut belok kanan menuju jl. Raden Saleh, ban depan IVO nyenggol ban belakang itu ninin dan terbawa kekanan, nininnya kabur, saya n motor jatuh ke kiri. Alhasil stang bengkok, bodi kiri belakang gores karena ngesot di aspal, tuas kopling cuil ujungnya, visor gores dikit plus braketnya bengkok.

Alhamdulillah sedikit luka di telapak tangan dan pegel-pegel aja di bahu kiri. Itulah, sudah hati-hatipun kita, masih bisa celaka, apalagi kalau saat berkendara kita ugal.

Besoknya istirahat ngantor sehari. Lusanya nebus stang fatbat Amazone seharga Rp. 250.000,- (terpasang) di toko aksesories motor kawasan Siteba. Mekanik sempat kewalahan pas masang kanan, starter gak mau idup soalnya.

Setelah beberapa menit akhirnya rampung, tapi masih dengan kendala gas lengket. Karena udah keburu jam kantor, saya pun meninggalkan bengkel dengan keadaan gas seadanya.

Image and video hosting by TinyPic

Ternyata starter hanya bertahan 2 hari, akhirnya pas pulang kampung saya minta bantu adik saya yang memang udah biasa ngutak-atik motor buat benerin starter dan gas. alamdulillah aman. tinggal nyari tali kopling yang lebih panjang.